Robert Lewandowski ogah di samain dengan dua pemain terbaik dunia saat ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Tengah berada di kondisi terbaiknya, striker asal Polandia, Robert Lewandowski, meminta media berhenti untuk membandingkan dirinya dengan dua pemain terbaik dunia saat ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Kedua pemain yang sama-sama berlaimagesga di kompetisi La Liga tersebut, sering di banding-bandingkan menyusul persaingan sengit yang di perlihatkan kedua pemain tersebut dalam perebutan gelar pemain terbaik dunia dan produksifitas gol yang diciptakan.

Nampaknya, striker Bayern Munich tersebut ikut di sangkut-sangkutkan dengan persaingan kedua pemain terbaik dunia tersebut.

Seiring dengan tajamnya nya penampilannya bersama dengan Bayern Munich di awal musim ini. Hanya dalam delapan penampilan yang telah di mainkan oleh Bayern musim ini, ia telah melesakan selusin gol untuk Bayern Munich.

Mantan striker Borussia Dortmund ini tengah berada dalam kondisi terbaiknya, namun sang pemain menolak jika ia harus dibanding-bandingkan dengan dua pemain terbaik saat ini tersebut.

“Mereka berdua merupakan pemain yang sangat berbeda, serta berada di posisi yang berbeda. Untuk Cristiano Ronaldo ia bermain secara ofensif secara baik di sisi kiri sedangkan Messi baik secara sentral, sedangkan saya bermain di posisi depan. Tentunya saya juga ikut membantu di posisi belakang, dimana dapat ambil bagian dalam melakukan kombinasi tim dan tidak hanya menunggu bola saja selama 90 menit”.

“Biasanya saya juga mencari ruang selama 80 menit lamanya. Jika memasuki menit ke-81, saya mendapatkan ruang dan dapat mencetak sebuah gol. Saya juga dapat mengalihkan perhatian dua bek lawan serta dapat menciptakan ruang bagi rekan-rekan saya. Ini merupakan olahraga sepakbola, olahraga untuk tim dan kami melakukan nya bersama-sama dengan baik, jadi hal itu membuat saya lebih mudah”.

“Saat ini saya sudah berusia 27 tahun, dan ingin lebih baik lagi di setiap tahun nya dan dapat mencetak gol lebih banyak lagi. Performa terbaik saya datang musim ini, semoga performa ini dapat bertahan hingga musim-musim kedepan. Selain itu, terkadang tidak mudah menjadi seorang striker, dimana saya harus berjuang dalam setiap laga yang berada di situasi-situasi yang sangat krusial”.

“Rekan-rekan setim saya juga mengambil peran yang penting. Terkadang anda harus berlari, melihat peluang yang ada, namun tak mendapatkan bola. Namun, anda harus tetap positif dan terus berkonsentrasi”.

Tidak ada rahasia khusus yang di miliki striker asal Polandia ini menyusul dirinya dianggap sebagai salah satu striker yang paling mematikan di dunia. Hal yang membuatnya hingga mencapai raihan ini ialah dengan kerja keras dan ketekunan nya.

“Saya berusaha dan bekerja dengan sangat keras, bersama dengan tim di setiap sesi latihan dan setelah latihan. Saya harus berusaha di posisi saya tersebut. Tentu saja teknik di atas segalanya, namun faktor kekuatan juga begitu penting”.

“Bagi saya, waktu bekerja sudah di mulai di waktu yang senggang. Bukan hanya dalam hal sepakbola saja, bahkan hal lain pun. Saat saya masih berusia 18 dan 19 tahun lalu, kondisi fisik saya sangat tidak memadai. Saya tahu hal tersebut takkan membantu saya di level internasional tersebut. Itulah memotivasi saya hingga saya bekerja sekeras ini”.

Produktivitas gol nya yang sangat sensasional di awal musim ini bersama dengan The Bavarians, menjadikan eks punggawa Borrusia Dortmund ini menjadi salah satu kandidat peraih sepatu Eropa musim ini.

“Saat ini saya belum memikirkan untuk dapat meraih penghargaan sepatu Emas tersebut. Jika di akhir musim nantinya saya mendapatkan sebuah kesempatan untuk meraih nya. saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk meraih nya. Untuk saat ini masih terlalu dini untuk saya. Pertandingan berikutnya akan menjadi pertandingan yang penting bagi saya”.

 

Recent Posts