Jawabab Pep Guardiola Atas Kritikan Yang Datang Padanya

Seiring dengan kekalahan yang dialami oleh Bayern Munich, Sang pelatih Pep Guardiola menjadi sasaran kritikan beberapa pihak, Pelatih asal Spanyol itu mengatakan jika dirinya telah mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk Bayern. Semenjak mereka menjadi juara Bundesliga, Performa dari anak asuh Guardiola itu menurun drastis. mereka harus mengalami empat kekalahan secara beruntun termasuk saat didepat dari DFB Pokal kala melawan Borussia Dortmund, Dan memupuskan ambisi mereka untuk gelar trible. Sebelumnya Bayern digadang – gadang akan meraih tiga gelar tersebut sebelum performa mereka menurun, keganasan pasukan Guardiola ini tidak terbendung sehingga banyak kalangan yang memprediksi gelar tersebut akan didapatnya.

 

Namun kini Bayern dihadimagesapkan dengan sebuah pekerjaan yang sangat sulit dimana mereka harus menghadapi Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions. Die Roten yang sebelumnya kalah 3-0 Camp Nou, Membuat mereka memiliki beban yang sangat berat karena harus menang dengan minimal skor 4-0 jika ingin melaju pada babak Final. Hal tersebut tentunya tidaklah mudah mengingat Barca saat ini lagi bagus – bagusnya, Dan ini akan terasa sangat mustahil dilakukan Bayern. Jika Die Roten tidak dapat memenangkan laga tersebut, Maka ini merupakan kali ke-2 untuk Guardiola semenjak kedatangannya ke Allianz Arena, Sebelumnya Bayern harus tumbang atas Real Madrid dengan agregad 5-0.

 

Berbagai media Jerman memberikan kritikan kepada pelatih catalan tersebut, Seperti Die Welt yang mengatakan bahwa, Misi Guardiola sekarang dalam bahaya besar serta kegagalan. Pelatih 44 tahun itu dianggap tidak bisa menjaga Bayern pada level sebagai tim terbaik dunia, Sedangkan media yang lainnya FAZ jika era dari Guardiola di Munich diambang pintu, Dan akan menjadi sejarah kecil untuk klub.

 

Saat ini perpecahan pada klub juga telah membayangi Rezim, Guardiola, Menyusul mundurnya tim medis Bayern yang dikabarkan jika terjadinya cedera sejumlah pemain disebabkan oleh mereka sehingga performa dari tim tersebut menurun. Yang baru – baru ini terdengan adalah perselisihan antara Thomas Mueller dengan pelatihnya tersebut.

 

“Saya berada disini tidak bertujuan untuk menjadi seorang pelatih terbaik didunia, Itu adalah omong kosong, Maafkan saya. Dan say datang kesini hanya untuk membuat banyak orang akan merasa bahagia serta membantu klub dan para pemainnya seperti apa yang telah saya lakukan bersama Barcelona” Tutur Guardiola yang kami kutip dari AS.

 

“Saya selalu memberikan segalanya yang saya miliki dan menurut saya yang terbaik, Dan saya tidak tahu apakah semua itu sudah mencukupi untukorang – orangnya. Jika keinginan klub seperti President serta para legenda klub dan fans tidaklah cukup maka saya akan sangat menyesal. Akan tetapi saya tidak akan merubah hidup saya baik itu menang maupun tidaklah menang” Lanjutnya

 

“Saya telah melakukan segalanya dengan yang saya bisa, Saya tidak akan pernah memiliki pikiran bunuh diri jika kami tidak menang. Karena anda memang tidak akan pernah selalu menang. Saya sangat bahagia sekali dengan pekerjaan saya. Saya tidak akan pernah merasa, Saya telah memenangi begitu banya title juara jadi saya merasa sangat bagus’ Dan tidak” Ungkap Guardiola

 

“Saya telah memenangi segalanya dengan Barcelona karena saya memiliki para pemain yang sangat hebat, Seperti juga saya berada disini. Dan saya juga hampir memenangi segalanya juga bersama tim ini dan itu semua berkat para pemain. Saya cuman hanya bisa membantunya, Semuanya kunci ada pada pemain itu sendiri. Jika pemain merasa bahagia, Maka saya juga merasa bahagia. Namun jika tidak saya minta maaf, Saya telah memberikan semaksimal mungkin. Dan saya telah melakukannya di Barca B, Di Barcelona, Serta juga melakukannya disini” Tuntas sang pelatih.

Recent Posts