Di Liverpool, Torres Menjadi Raja, Tapi Tidak Di Chelsea

Selama berada di Chelsea, Fernando Torres tidak dapat memperlihatkan performa terbaiknya tidak seperti kala dia berada di Liverpool. Menurut mantan rekan satu timnya Didier Drogba yang mengatakan bahwasanya Torres tidak pernah benar-benar bisa beradaptasi dengan bagi bersama gaya permainan The Blues. Sedangkan Torres ketika berada di Liverpool adalah penyerang yang sangat menakutkan tidak hanya di Inggris saja melainkan diseluruh Eropa. Catatan yang berhasil dia torehkan, Dimana dia berhasil membukuhkan 81 gol dari 142 laga yang telah dilakoninya. Dengan statistik tersebut membuat pihak Chelsea tertarik dengan Torres dan memboyongnya dengan mahar yang cukup fantastis, yaitu sekitar 50 juta pounsterling ditahun 2011 yang lalu.

 

di liverpool,torres menjadi rajaNamun sangat disayangkan harga mahal tersebut tidak pernah dibayar dengan penampilan bagusnya oleh Torres, Karena performanya tiba-tiba saja menurun serta malah menjadi bahan kritikan serta olok-olokan, Karena dia tidak dapat membuat gol untuk klub barunya tersebut. Selama 4 musim lamanya berada di Chelsea, Torres hanya bisa membuat 45 gol dari 172 laga yang telah dijalaninya. Sebelum kemudian pihak Chelsea melepasnya ke AC Milan dan kini dia kembali lagi memperkuat Atletico Madrid, yang merupakan klub dia berasal. Persoalan penampilan buruk Torres ketika di Chelsea akan terus menjadi bahan pembicaraan meskipun yang bersangkutan telah pensiun nantinya.

 

Seiring dengan itu, Drogba sendiri memiliki penilaian sendiri mengenai mantan rekannya tersebut kenapa seperti itu. Menurut pemain Pantai Gading itu, Torres yang sebelumnya berstatus sebagai ‘Raja’ bersama dengan Liverpool, yang selalu dilayani oleh rekan-rekannya saat dilapangan hijau, Harus menemui permainan yang berbeda cukup jauh ketika dia pindah ke Chelsea, Dimana The Blue memiliki banyak pemain bintang yang menjadi saingannya. Hal tersebutlah yang dianggap oleh Drogba sebagai salah satu penyebab Torres sulit untuk mengembangkan permainannya, Gaya permainan Chelsea yang berbeda dengan klub-klub sebelumnya yang pernah diperkuatnya dan ini merupakan kerugian tersendiri bagi pemain berdarah Spanyol tersebut.

 

Berikut rtutur dari Drogba mengenai penampilan Torres tersebut selama berada di Chelsea.

“Tanpa harus mengurangi rasa hormat saya terhadapnya serta kepada Liverpool, Steven Gerrard dan Fernando Torres merupakan raja yang ada disana. Sedangkan di Chelsea sendiri terdapat 22 raja. Jadi saya rasa sangat bersimpati untuk Nando, Karena saya sangat tahu betapa sulitnya situasi pada saat itu” Ungkap Drogba dalam sebuah otobiografinya, Commitment, yana baru-baru ini diluncurkan olehnya.

“Berada di Liverpool, Tim telah dibentuk olehnya sebagai striker utama didalamnya. Itu bukan saya mengatakan jika pemain lainnya tidak dapat membuat gol, Namun mereka semua sebagai penyuplai bola kepada dirinya, Mereka membentuk sebuah tim memudahkan dirinya untuk membuat gol. Sedangkan di Chelsea tidaklah seperti itu” Lanjut Drogba seperti yang dikutip oleh Soccernet.

 

“Saya sangat ingin sekali dia bisa nyetel dengan tim, Jadi saya harus merubah seperti apa gaya permainan saya. Saya melakukan pelebaran ketika bermain, Atau saya sedikit bermain kebelakang, Seperti halnya false 10, Dan saya pikir dia bisa bermain secara sendiri didepan” Tegas pemain 37 tahun tersebut.

“Dua musim sebelum saya berada di Chelsea, Saya bermain sebagai penyerang tengah dan dipasangkan bersama dengan Nicolas Anelka serta saya saling mengisi sata dengan yang lainnya. Kami lebih melakukan adaptasi agar Nando bisa nyetel dengan tim saat itu. Namun sayang sekali hal tersebut tidaklah berhasil” Tuntas dari Drogba yang sebelumnya dia pernah memperkuat Chelsea pada tahun 2004 sampai 2012 dan 2014 yang lalu.

Recent Posts